Untitled Document

Khutbah Pertama


26 April 2018   Admin    Khutbah Jum'at

Ma’asyirol Muslimin Arsyadakumullah.

Aneka ujian, cobaan dan berbagai kesedihan menimpa umat. Memang demikianlah kehidupan dunia bercampur antara kesempitan dan kelapangan, kesenangan dan kesedihan. Tetapi suatu fakta yang tidak dapat disangkal bahwa urusan seorang muslim dalam kondisi apapun pastilah baik dan berpahala besar.

Firman Allah :

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡء مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡص مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ، ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَة قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ، أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰت مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَة وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ [ البقرة / 155 – 157 ]

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Qs Al-Baqarah : 155-157).

Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam– bersabda :

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Termasuk prinsip-prinsip keimanan, fakta kebenaran Alquran dan pewartaan kenabian yang membesarkan hati bahwa kesuksesan gemilang pada akhirnya hanyalah diraih oleh orang-orang yang beriman.

Firman Allah :

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا – إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرا [ الشرح / 5-6]

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Qs As-Syarh : 5-6).

Maka satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Oleh karenanya setiap hamba yang beriman kepada Allah ketika mendapatkan kesedihan selalu Allah tindak lanjuti dengan suatu solusi untuk meringankannya, dan pastilah Allah susulkan baginya suatu penyelesaian dari pada-Nya yang demikian agung dan santun.

Ma’asyirol Muslimin Arsyadakumullah….

Ketahuilah bahwa di balik kesempitan dan kesulitan pasti ada kemudahan dan jalan keluar. Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam– :

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرا

“Dan ketahuilah bahwa kemenangan itu beriringan dengan kesabaran, dan jalan keluar itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan”.

Umar –radhiyallahu anhu– berkata :

” مهما ينزل بامرئ من شدة يجعل الله له بعدها فرجا ، وإنه لن يغلب عسر يسرين ”

“Betapapun besarnya kesempitan yang menimpa seseorang, pastilah Allah mendatangkan sesudah itu jalan keluar baginya, dan bahwasanya satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan”.

Justru inilah akidah yang menghunjam dalam jiwa orang-orang mukmin yang bertawakal dan berhati fokus, bergetar, tunduk dengan penuh kerendahan dan kepatuhan kepada Tuhan mereka.

Penyebab utama dan terutama bagi solusi kesulitan dan sendi-sendi kemudahan adalah kembali kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala– dengan bertobat kepadaNya secara sungguh-sungguh dengan penuh kerendahan hati dan kepatuhan serta mendekatkan diri kepadaNya.

Firman Allah :

فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ [ الذاريات / 50]

“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah”. (Qs Al-Zariyat : 50).

Artinya kembali taat kepada Tuhan mereka dan bertobat kepadaNya dari segala bentuk maksiat dan larangan.

Maka, berkonsentrasi mencari ridha Allah, mewujudkan ketaatan dengan sungguh-sungguh untuk menggapai ridhaNya serta menghidarkan diri dari perbuatan yang mendatangkan murkaNya merupakan pondasi yang kokoh untuk keluar dari krisis dan terlepas dari kesempitan hidup sekarang ini dan sesudah mati.

Firman Allah :

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجا [ الطلاق / 2 ]

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. (Qs At-Thalaq :2).

Maka manusia selaku individu ataupun masyarakat berkewajiban berbaik sangka kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala – dalam waktu senang dan susah, ketika turunnya musibah dan cobaan. Barangsiapa yang lari menuju Allah, niscaya Allah melindunginya. Barangsiapa yang mengungsikan dirinya kepada Allah dan meminta perlindungan kepadaNya, maka Allah memberikan perlindungan kepadanya dan mengangkat penderitaan dan musibah dari padanya.

Sebagian orang shalih berkata :

“Sikapilah setiap bencana yang menimpa Anda dengan berbaik sangka kepada Allah untuk mengatasinya, sebab cara yang demikian itulah yang paling cepat bagi Anda dalam meraih jalan keluar”.

Sesungguhnya katup pengaman bagi seseorang ketika menghadapi musibah dan cobaan, sekaligus sebagai sabuk penyelamat baginya dari berbagai resiko dan persoalan-persoalan besar adalah beribadah dan berpegang teguh kepada petunjuk dua wahyu. Sebab telah menjadi ketetapan Allah bahwa Dia mendatangkan berbagai cobaan kepada hamba-hambaNya untuk mendorong mereka bertobat dan insaf kembali kepadaNya.

Firman Allah :

وَعَلَى ٱلثَّلَٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُواْ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَرۡضُ بِمَا رَحُبَتۡ وَضَاقَتۡ عَلَيۡهِمۡ أَنفُسُهُمۡ وَظَنُّوٓاْ أَن لَّا مَلۡجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيۡهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيۡهِمۡ لِيَتُوبُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ [ التوبة/118]

“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya”. (Qs At-Taubah : 118).

Ibnu Abbas –radhiyallahu anhu– berkata ketika menafsirkan firman Allah :

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ دُونَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَكۡبَرِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ [ السجدة / 21]

“Dan Sesungguhnya Kami mencicipkan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Qs As-Sajdah : 21).

Dikatakannya, Azab yang dekat adalah musibah yang menimpa di dunia dengan segala kepedihan dan penderitaan yang menyertainya, termasuk cobaan yang dirasakan oleh manusia di antara hamba-hamba Allah yang menjadi korban agar mereka bertobat kepadaNya.

Ma’asyirol Muslimin Arsyadakumullah….

Umat ini sedang menghadapi cobaan hidup berat dan bencana besar. Camkanlah bahwa tidak ada cara yang dapat mengangkat dan menghilangkan penderitaan yang mereka alami kecuali dengan kembali kepada jalan yang lurus dengan memperbaiki kondisi melalui ajaran, pendidikan dan bimbingan Islam. Firman Allah :

وَبَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّ‍َٔاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ [ الأعراف / 168 ]

“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”. (Qs Al-A’raf : 168).

Jika umat ini tidak berupaya mengatasi kondisinya yang begitu memprihatinkan melalui sumber-sumber yang mereka miliki berdasarkan petunjuk hukum perundang-undangan yang ada pada mereka, maka terus kapan lagi mereka kembali dan menjadi baik ?. Hendaknya umat ini kembali kepada realita kondisinya dengan bertobat dan evaluasi diri secara sungguh-sungguh dengan menyingkirkan segala bentuk ideologi menyimpang dalam kehidupan mereka untuk menyucikan kondisi riil mereka dari segala praktek yang tidak sejalan dengan agama mereka.

أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ [ الحديد / 16 ]

“Belumkah tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). (Qs Al-Hadid : 16).

Ketika Kaum Nabi Yunus –’alaihissalam– menyaksikan sendiri penyebab turunnya siksa yang mengepung mereka, spontan mereka menyeru kepada Allah untuk memohon pertolonganNya dengan penuh ketundukan dan kepatuhan. Allah berfirman :

فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ءَامَنَتۡ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِين [ يونس / 98]

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu”. (Qs Yunus : 98).

Ma’asyirol Muslimin Arsyadakumullah….

Kaum muslimin hidup di berbagai negara dalam kondisi terpuruk. Mereka merasakan pedihnya penderitaan akibat berbagai bencana yang melanda. Maka tidak ada jalan keluar bagi mereka kecuali tunduk kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala– dengan melaksanakan perintahNya dan kembali secara sungguh-sungguh kepada ajaran agamaNya.

Firman Allah :

وَلَقَدۡ أَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ فَمَا ٱسۡتَكَانُواْ لِرَبِّهِمۡ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ [ المؤمنون / 76 ]

“Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri”. (Qs Almukminun : 76).

Ibnu Daqiqul-Ied berkata mengomentari seruan Nabi –shallallahu alaihi wa sallam– untuk berdoa, bertakbir, melakukan shalat dan bersedekah ketika terjadi gerhana matahari : “Hadis ini mengindikasikan sunnahnya bersedekah saat seseorang dalam ketakutan untuk menolak bala dan bencana yang ditakuti.

Nabi –shallallahu alaihi wa sallam– setiap kali melihat sesuatu yang memprihatinkan, segera melaksanakan shalat. Firman Allah :

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ [ البقرة / 45]

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu”. (Qs Albaqarah : 45).

Itulah tradisi permanen yang tidak akan berubah. Suatu janji tetap tidak akan merubah ketentuan bahwa solusi itu senantiasa menyertai persoalan rumit ketika telah memuncak dan mencapai titik klimaks selagi orang yang bersangkutan melakukan kontak dengan Allah dengan penuh merendah diri dalam berdoa kepadaNya. Sudah cukup banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupam kaum muslimin hingga tidak terhitung lagi.

Ma’asyirol Muslimin Arsyadakumullah….

Termasuk cara paling agung untuk menghapus keprihatinan dan menghilangkan persoalan yang menyedihkan ialah berdzikir kepada Allah dengan lidah yang tersambung dengan hati. Firman Allah :

Firman Allah :

أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ [ الرعد / 28 ]

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Qs Ar-Ra’d : 28).

Dzikir paling agung adalah membaca Kitabullah dengan merenungkan dan memikirkan kandungannya.

Termasuk amal yang dapat mendatangkan kebaikan dan kesenangan serta menangkis bala adalah perbanyak istighfar (permohonan ampun) dengan ucapan maupun perbuatan. Banyak sekali ayat-ayat dan hadis Nabi terkait dengan permohonan ampun/ istighfar ini. Firman Allah :

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ [ الأنفال /33]

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (Qs Al-Anfal : 33).

Barangsiapa yang senantiasa beristiqfar kepada Allah, maka Allah akan menjadikan pada setiap keprihatinan suatu kelapangan, dan pada setiap keterpurukan suatu jalan keluar, serta Allah membukakan baginya pintu-pintu kebaikan yang tidak terduga.

Siapa saja yang dirundung kesedihan dan kesulitan, atau yang sedang menghadapi masalah besar! Mohonlah kepada Allah dengan hati yang khusu’. Berserah dirilah dengan penuh ketundukan di hadapanNya. Serahkanlah segala urusan kepadaNya, karena Dialah yang Maha kuasa membolak balikan keadaan. Di tanganNya-lah penyelesaian segala urusan yang pelik. Hanya Dia-lah yang Maha Kuat, Maha Besar lagi Maha Tinggi.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ وَالسُنَّةِ، وَنَفَعْنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِمَا مِنَ الآيَاتِ وَالحِكْمَةِ، أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ؛ وَأَسْتَغْفُرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ .


Bagikan kami di :
Tidak ada artikel terkait.
Untitled Document

Kontak Kami

KANTOR PUSAT

 Lokasi :

Perumahan Villa Citra Bantar Jati
Blok A3 No. 2 Kel. Bantar Jati, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat - Indonesia 16141

 Email :  info@bakkata.co.id

 Telp & WhatsApp :

0878 7352 3777
0857 9722 3777

KUNJUNGI KAMI