
Sejarah Kami
Yayasan Bakkata didirikan atas prakarsa dua orang sahabat yaitu Ust. Edi Candra, Lc. M.E.I. dan Ust. Khairun Naim, Lc. M.E.I. pada tanggal 17 September 2014 disahkan berdasarkan SK Menkumham Nomor: AHU-06216-50.10.2014. Nama BAKKATA terinspirasi dari nama kota tempat diturunkannya Al-Quran, yang tertera di ayat 96 Surah Ali Imran. BAKKATA dijadikan singkatan dari Belajar Al-Quran Kata-Per-Kata. Sebuah program pelatihan yang ditujukan untuk yang sudah bisa membaca Al-Quran tetapi belum mengerti dengan apa yang dibacanya.
Bisa karena biasa. Prinsip ini yang mendasari adanya program pelatihan BAKKATA. Peserta dilatih dengan menerjemahkan kata-per-kata. Ayat-ayat yang menjadi materi latihannya dimulai dari Juz 1. Kosa kata di Al-Quran itu banyak yang frekuensi pengulangannya sering, maka lama-kelamaan perserta menjadi familiar dan secara pelan-pelan peserta menjadi terbiasa. Selain membiasakan menerjemah kata-per- kata juga disertai sedikit-demi-sedikit pengenalan tentang tata bahasa, dimulai dengan materi tashrif. Tahapannya dimulai dari materi yang sangat mendasar disesuaikan dengan kemampuan rata-rata peserta yang belum pernah mengenal Bahasa Arab.
Setiap juz dibagi menjadi 20 kali pertemuan, menyesuaikan jumlah halaman per juz dalam mushaf Madinah, ditambah 1 pertemuan untuk evalusi.
Dasar pemikiran tersebut menjadi sebuah hal yang logis menjadikan nama Bakkata sebagai nama yayasan dan melalui nama tersebut diharapkan akan terus mengobarkan semangat perjuangan membangun bangsa melalui dunia pendidikan islam.
Visi Yayasan
Sebagai Yayasan yang berlandaskan agama islam dalam membangun generasi khaira ummah, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi atas dasar nilai–nilai Islam dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil a’lamin
Wisnu404
Misi Yayasan
Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam dalam rangka dakwah Islamiyah yang berorientasi pada kualitas dan kesetaraan universal dengan :
- Merekonstruksi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) berdasarkan nilai-nilai Islam.
- Mendidik dan mengembangkan sumber daya insani yang Islami pada semua strata pendidikanmelalui berbagai bidang ilmu dalam rangka membangun generasi Khaira ummah dan kader-kader ulama taffaquh fiddin, dengan mengutamakan kemuliaan akhlak, dengan kualitas kecendikiawanan dan kepakaran standar tertinggi, siap melaksanakan tugas kepemimpinan umat dan dakwah.
- Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dalam membangun peradaban islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil’alamin.
- Mengembangkan gagasan dan kegiatan agar secara dinamik senantiasa siap melakukan perbaikan kelembagaan sesuai dengan hasil rekonstruksi dan pengembangan iptek dan perkembangan masyarakat.